![]() |
| Provinsi D.I. Yogyakarta |
| Alamat: Komp. Kepatihan Danurejan Yogjakarta 55213 |
| Telepon: 0274-562811-145, 373444 |
| Fax: 0274-562811-145, 373444 |
| Email: |
| bid@pemda-diy.go.id |
| Website: www.jogjaprov.go.id |
UGM meraih emas di Robogames AmerikaIptek |
Mahasiswa UNY kembangkan dodol kunyitIptek |
UGM Luncurkan Mobil ListrikIptek |
Kereta Yogyakarta-Malang diluncurkan tepat Hari KartiniEkonomi |
Sultan: kenaikan harga BBM sebaiknya bertahapEkonomi |
Rakornas Pendidikan Untuk Semua di YogyakartaPendidikan |
Yogyakarta Kembangkan Pertanian AgribisnisPertanian |
Nanti PNS Semua Golongan Wajib Lapor KekayaanPolitik |
Pembangunan hotel di Yogyakarta dibatasiEkonomi |
Pantai Timang di Yogyakarta, Si Cantik Nan TersembunyiPariwisata |
YOGYAKARTA – Sekitar 100 pakar dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Belanda, Amerika Serikat, dan Australia berkumpul di Yogyakarta kemarin.
Selama tiga hari ke depan, mereka akan berdiskusi tentang perkembangan agama di ASEAN dan pengaruhnya pada bidang politik, sosial, dan ekonomi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Diskusi ini dilakukan dalam International Conference and Research on the Resurgence of Religions in Southeast Asia, 1997–2011 di UGM yang dibuka Rektor UGM Prof Sudjarwadi kemarin.
“Dengan konferensi ini UGM dapat memberikan kontribusi dalam usaha memberikan solusi terhadap berbagai isu global termasuk konflik keagamaan,” tuturnya kemarin. Rektor memberikan apresiasi kepada organisasi yang mendukung acara tersebut, di antaranya Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS-Yogya), Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) UGM, Prince Alwaleed Bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding (ACMCU), Georgetown University, dan Institute on Culture, Religion, and World Affairs (ICRWA), Boston University.
Dalam pertemuan ini disepakati mereka akan melakukan penelitian bersama tentang perkembangan keagamaan di ASEAN selama dua tahun ke depan. Penelitian ini memiliki tujuan dapat mendorong terciptanya interaksi positif antara komunitas beragama dengan pembuat kebijakan.
Pakar keagamaan dari University of California Los Angeles (UCLA) Bernard Ademirisakota mengatakan, pengaruh perkembangan keagamaan di Asia Tenggara terhadap kehidupan masyarakat dan bangsa sangat signifikan. Hal tersebut membuktikan agama dan masyarakat memiliki hubungan saling mempengaruhi secara kuat. (maha deva)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/374083/38/