Beranda LPNK Badan Pertanahan Nasional
Badan Pertanahan Nasional
 
Alamat:
BPN-SIP Lantai 5
Jl. Sisingamangaraja No.2,
Keb. Baru - Jakarta 12110
 
Telepon:
021-739 3939
 
Fax:
021-722 9751
 
Email:
webmaster@bpn.go.id
 
Website:
www.bpn.go.id
Profil

Navigasi Berita

Presiden Resmikan Program Larasita : "Dulu BPN Dianggap Momok, Sekarang Tidak Boleh Lagi"

Selasa, 16 Desember 2008
Cetak PDF
Klaten: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (16/12) siang meresmikan peluncuran program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita), di Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Larasita adalah program BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang melayani masyarakat dengan mendatangi langsung rumah-rumah masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden SBY minta kepada seluruh jajaran BPN untuk terus meningkatkan kinerjanya, terus membangun citranya yang sekarang tampak mulai membaik. "Terus terang, dulu ada citra yang kurang baik terhadap BPN. Dianggap oknum BPN itu suka main untuk kepentingan dirinya sendiri. Dulu sering BPN dikatakan jadi momok, jadi hantu bagi yang mengurus perizinan tanah, termasuk dunia usaha," kata Presiden SBY disambut aplaus panjang dari ribuan undangan yang memenuhi tenda berlatar candi Prambanan.

Kata Presiden, dirinya tidak ingin mendengar lagi masa lalu BPN itu, karena eranya sudah berbeda. Rakyat akan melaporkan, media massa akan melaporkan, apakah masih ada hantu-hantu atau momok itu. "Teruslah berbenah diri, dan teruslah laksanakan 4 kebijakan pertanahan, utamanya program Larasita ini," tegas Presiden SBY.

Sebelumnya Kepala BPN Joyo Winoto dalam laporannya mengatakan bahwa terhitung tahun 2008 program ini dikembangkan secara nasional, dan pada akhir tahun 2008 telah siap sebanyak 124 armada Larasita dan 248 sepeda motor yang akan beroperasi di 124 kabupaten/kota di seperempat wilayah Indonesia. "Program ini telah mendapat apresiasi yang besar dari Bank Dunia dengan menyebutnya pioneering mobile land information services," ujar Joyo Winoto. Tahun 2009, lanjutnya, akan dibangun lagi Larasita di 134 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Dengan demikian pada akhir tahun 2009 lebih dari 60 persen wilayah Indonesia terlayani Larasita, tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo menyambut gembira program Larasita ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat petani karena adanya kepastian hukum akan hak tanah, sehingga konflik tanah bisa dieleminasi. Selain itu produktifitas fungsi lahan semakin meningkat karena sudah ada kepastian akan hak tanahnya, kata Bibit.

Usai meresmikan peluncuran Program Larasita itu, Presiden SBY secara simbolis menyerahkan 33 unit mobil Larasita untuk para Gubernur di Indonesia, yang diwakili Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Presiden juga menyaksikan penyerahan sertifikat tanah dan bibit tanaman secara simbolis kepada 9 perwakilan. (win)



http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/12/16/3834.html