Beranda Kementerian Kementerian Kementerian Pertanian Ekonomi Pemerintah Perluas Kerja Sama Cadangan Beras Internasional
 
Kementerian Pertanian  
   
Alamat:
Jl. Harsono RM No.3
Ragunan PS. Minggu
Jakarta 12550
 
   
Telepon:
021-780 4056
 
   
Faks:
021-780 4237
 
   
Email:
webmaster@deptan.go.id
 
   
Website:
www.deptan.go.id
 
Profil  

Navigasi Berita

Pemerintah Perluas Kerja Sama Cadangan Beras Internasional

Selasa, 21 Februari 2012
Cetak PDF

JAKARTA: Pemerintah akan membuat cadangan beras baru untuk skala internasional. Ada dua negara baru yang dijajaki untuk ikut dalam kerja sama pencadangan beras internasional. Cadangan beras tersebut dapat digunakan ketika terjadi bencana alam dan krisis finansial di negara yang diajak kerja sama.

"Harga pangan dunia yang tidak karuan dampaknya ke dalam negeri dan respons kita selalu terlambat. Kita buat kerja sama dengan kerangka yang lebih luas. Ada dua negara baru yang kita jajaki," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, usai mengikuti rapat koordinasi ketahanan pangan internasional di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin (20/2).

Rusman menjelaskan kerja sama baru cadangan pangan internasional tersebut di luar dari kerja sama cadangan beras yang diusung dalam ASEAN plus Three tahun lalu. Kerja sama baru ini akan mengajak Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

"Ini di luar ASEAN plus three, ini kan tentang cadangan beras darurat, mungkin juga konteksnya bisa revitalisasi pertanian, luas sekali. Misalnya irigasi, kelembagaan di lapangan karena biar bagaimanapun supply change yang paling aman adalah bagaimana produksi diperkuat," tambahnya.

Namun, Rusman melanjutkan, kerja sama yang baru akan diajukan tersebut hanya dibutuhkan ketika negara yang diajak kerja sama tidak mengalami bencana alam atau krisis harga pangan dunia.

"Itu kalau keadaan di dunia memburuk. Tapi kalau keadaan di dunia managable, kita tidak perlu perluasan dari respons itu," tambahnya.

Kerja sama cadangan beras yang sedang dikaji pemerintah itu akan menyerupai crisis management protocol (CMP) yang digunakan pada sektor keuangan. CMP untuk cadangan pangan itu akan menetralisasi ketika terjadi harga pangan yang tidak menentu.

"Kalau terjadi syok harga di luar, yang menyebabkan harga dalam negeri gonjang-ganjing, kita juga perlu pengamanan yang rentan, utamanya beras, misalnya raskin, operasi pasar. CMP buat pangan ini masih dirumuskan," sebut Rusman.

Rusman belum dapat menjelaskan berapa cadangan beras yang dipersiapkan. Anggaran untuk mendukung kerja sama tersebut juga belum dapat diutarakan dengan alasan masih dalam tahap pengkajian. (Fid/OL-10)

 


http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/21/299957/4/2/Pemerintah-Perluas-Kerja-Sama-Cadangan-Beras-Internasional