Kementerian Perdagangan
 
Alamat:
Jl. M.I. Ridwan Rais No. 5
Jakarta 10110
 
Telepon:
021-385 8337
 
Faks:
021-385 8337
 
Email:
pusdata@kemendag.go.id
 
Website:
www.kemendag.go.id
Profil

Navigasi Berita

Mendag Serahkan Cetak Biru Batik

Rabu, 28 September 2011
Cetak PDF

JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyerahkan cetak biru pelestarian dan pengembangan batik kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meningkatkan nilai ekonomi batik yang dinilai memiliki potensi tinggi.

"Dalam cetak biru ini, pemerintah akan meningkatkan daya saing produk batik agar dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri," kata Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (28/9).

Mendag memaparkan, cetak biru yang disusun oleh Kementerian Perdagangan bersama sejumlah stakeholders (pemangku kepentingan) lainnya merupakan
suatu wadah untuk melestarikan dan mengembangkan batik sebagai identitas
dan kebanggaan Bangsa Indonesia.

Ia juga mengatakan, cetak biru ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang dengan arahan, sasaran, dan target kinerja yang jelas mengenai pembangunan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan.

Sebagai bagian dari rencana aksi, ujar dia, dalam jangka pendek akan dilaksanakan sejumlah program quick wins antara lain memperbaiki sistem standarisasi batik, membuat kebijakan labeling batik, menyusun strategi komunikasi batik sebagai warisan budaya dan penggerak ekonomi, melakukan pemetaan ragam hias batik keraton, dan inventarisasi buku batik.

Selain itu, program quick wins lainnya adalah melakukan kegiatan sosialisasi dan promosi melalui media, menentukan pilot project pengembangan daerah penghasil batik ramah lingkungan yang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata dan daerah kreatif, serta menyelenggarakan kegiatan berskala internasional.

"Cetak biru ini memang baru dibahas di tingkat menteri-menteri bidang perekonomian," katanya.

Namun, Mari memastikan bahwa pihaknya juga akan melibatkan kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri apalagi Presiden Yudhoyono juga telah mengemukakan bahwa batik dapat digunakan sebagai sarana diplomasi
internasional bagi Indonesia.

Dalam cetak biru itu disebutkan bahwa pada 2010, jumlah tenaga kerja di industri batik mencapai 916.783 orang dengan nilai produksi mencapai Rp3,9 triliun.

Permintaan batik dalam kurun waktu 2006 - 2010 juga mengalami peningkatan sebesar 59 persen.

Batik juga dinilai telah berkontribusi menggerakkan ekonomi nasional dengan nilai ekspor sebesar US$69 juta dengan negara-negara yang menjadi tujuan ekspor utama antara lain Amerika Serikat, Belgia, dan Jepang.

 

 

 

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/28/263640/21/2/-Mendag-Serahkan-Cetak-Biru-Batik-