![]() |
| Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional |
| Alamat: Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta 10310 |
| Telepon: 021-390 5650 |
| Faks: 021-334 779 |
| Website: www.bappenas.go.id |
| Profil |
JAKARTA: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida S Alisjahbana menyatakan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) adalah sebuah keharusan baik untuk jangka panjang maupun menengah.
"Konversi BBM itu harus dilakukan, baik untuk jangka panjang maupun menengah. Coba tengok negara lain, mereka juga melakukan konversi. Sekarang kita utamakan untuk sarana transportasi lebih dulu," kata Armida seusai melantik Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (21/2).
Menurut Armida, opsi-opsi terkait kenaikan harga maupun pembatasan BBM adalah satu paket. "Opsi-opsi tersebut harus dikaji dengan cermat karena asumsi makro saat ini sudah berubah," kata Armida.
Ia menjelaskan, akan ada sedikit penambahan dalam APBN karena kini harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah di atas 110 dolar AS, sedangkan asumsinya adalah 90 dolar.
Sementara itu, Kepala BPS Suryamin menambahkan, pihaknya tengah mengkaji dampak kenaikan harga maupun pembatasan BBM terhadap tingkat inflasi.
"Saat ini kami sedang mengkaji dampak kenaikan harga BBM kalau naik sebesar Rp500 per liter. Sudah jelas akan berdampak ke arah inflasi. Kalau harga BBM naik, harga-harga lain juga pasti ikut naik," kata Suryamin.
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/22/300177/4/2/Konversi-BBM-ke-Gas-sebuah-Keharusan