Beranda Kementerian Kementerian Kementerian Luar Negeri Pendidikan Kemlu Tingkatkan Akses Layanan Pendidikan Jarak Jauh bagi WNI di Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri
 
Alamat:
Jl. Taman Pejambon No. 6
Jakarta Pusat 10110
 
Telepon:
021-344 1508
 
Fax:
021-380 551
 
Email:
infomed@deplu.go.id
 
Website:
www.kemlu.go.id
Profil

Navigasi Berita

Kemlu Tingkatkan Akses Layanan Pendidikan Jarak Jauh bagi WNI di Luar Negeri

Selasa, 07 Februari 2012
Cetak PDF

Kemlu dan Universitas Terbuka (UT) sepakat menggarap peningkatan akses layanan pendidikan jarak jauh bagi WNI di luar negeri. Kesepatan keduanya dituangkan dalam Nota Kesepahaman mengenai Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh yang ditandatangani Sekjen Kemlu Budi Bowoleksono dan Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D di Kampus Pusat UT, Pondok Cabe, Jakarta, hari ini (07/02/2012).

 “Penandatangan Nota Kesepahaman ini merupakan babak baru sinergi kerja sama Kemlu dan UT dalam upaya untuk terus memberdayakan Warga Negara Indonesia di luar negeri, khususnya Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri,” tutur Budi.
 
Sebelumnya (03/2011), Menlu Marty M. Natalegawa dengan Prof. Ir. Tian Belawati, M. Ed, bertemu untuk membahas upaya peningkatan fasilitas layanan pendidikan bagi WNI di luar negeri.
 
Sekarang, lanjutnya, TKI dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi melalui program jarak jauh. Selain itu, terbuka kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan kerja sama teknis penyelenggaraan program serupa dengan negara lain, khususnya negara-negara berkembang.
 
Budi menuturkan, jumlah WNI yang tinggal di luar negeri semakin lama terus bertambah. Dalam catatannya, pada tahun 2011 terdapat kurang lebih 3.829.601 orang WNI. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 orang adalah mahasiswa UT, termasuk 600 diantaranya yang berprofesi sebagai TKI.

Perkembangan ini menempatkan kebutuhan yang lebih besar terhadap fasilitas akses Pendidikan Jarak Jauh. Terutama, dikaitkan dengan perubahan tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin dinamis.
 
“Terjadinya krisis ekonomi dan perkembangan kondisi sosial masyarakat di berbagai belahan dunia, menuntut kualitas SDM yang semakin baik dan selektif,” tutur Budi.
 
Dalam menyikapi kondisi tersebut, lanjutnya, Pemerintah harus dapat memberikan fasilitasi agar mampu menghadapi perubahan tersebut melalui peningkatan kualitas pendidikan yang merupakan bagian dari upaya “managing change”.
 
Budi percaya Nota Kesepahaman yang baru saja ia tandatangani akan menjadi dasar untuk memfasilitasi peningkatan akses WNI di luar negeri secara lebih sistematik tanpa terkendala masalah jarak, waktu, dan biaya.
 
Saat ini, UT telah membuka layanan pendidikan bagi WNI di Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan. (sumber: Dit. KST/Yo2k)

 


http://www.kemlu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=5439&l=id