Beranda Kementerian Kementerian Kementerian Luar Negeri HAM RI-Swedia Teruskan Langkah Promosikan HAM
Kementerian Luar Negeri
 
Alamat:
Jl. Taman Pejambon No. 6
Jakarta Pusat 10110
 
Telepon:
021-344 1508
 
Fax:
021-380 551
 
Email:
infomed@deplu.go.id
 
Website:
www.kemlu.go.id
Profil

Navigasi Berita

RI-Swedia Teruskan Langkah Promosikan HAM

Senin, 27 April 2009
Cetak PDF

Indonesia dan Swedia sepakat untuk meneruskan langkah kongkrit dalam meningkatkan kerjasama dalam pemajuan HAM. Kedua negara juga berkomitmen untuk meneruskan program capacity building yang telah berjalan serta untuk melaksanakan program baru hasil dari Dialogue HAM kedua yang berlangsung di Stockholm dari tgl 23 s/d 24 April 2009.

Dialog HAM dimaksud dipimpin oleh Dubes HAM Swedia, Mr. Jan Nordlander dan Dirjen HAM, Depkumham, Prof. Harkristuti Hakrisnowo serta dihadiri oleh Dubes RI untuk Swedia, Linggawaty Hakim serta delegasi lainnya dari kedua negara baik insitusi pemerintah maupun LSM.

Kedua delegasi membahas kerjasama yang telah berjalan dari hasil dialog pertama di Jakarta pada 23-23 April 2008. Kedua delegasi juga bertukar pandangan mengenai isu HAM terkini dalam upaya untuk perlindungan dan pemajuan HAM. Pada akhir dialog juga dilakukan kunjungan lapangan ke the National Board of Institutional Care dan tempat penanganan kaum muda bermasalah di Uppsala, sekitar 60 km utara Stockholm.

Dialog tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting diantaranya:

  1. Raoul Wallenberg Institute (RWI) akan menjajagi pemberian bantuan dalam pendirian program Master (S-2) di bidang HAM di Universitas Indonesia (UI).
  2. Program S-2 dari RWI terbuka untuk mahasiswa internasional dan setiap tahunnya akan menerima 1 mahasiswa Indonesia dengan beasiswa, terutama untuk pegawai institusi pemerintah diharapkan dapat mengikutinya.
  3. LSM dan lembaga pemerintah dari kedua negara diupayakan untuk dapat membentuk working group untuk bekerjasama dalam menghasilkan proposal sebagai hasil dari para pakar hak-hak penyandang cacat untuk mendapatkan bantuan dari SIDA. Proposal dimaksud diantaranya juga untuk pelatihan para pengajar dan staff yang bekerja untuk pendidikan penyandang cacat dan keluarganya.
  4. SIDA mengkaji kemungkinan penyelenggaraan ITP Course di bidang Public relations dan melakukan lobby untuk hak-hak penyandang cacat kepada pihak Indonesia terkait.
  5. Dalam bidang penangan anak bermasalah dengan hukum, RWI akan mengadakan pilot project di salah satu propinsi di Indonesia dalam hal penangan anak-anak bermasalah, pelatihan peningkatan ketrampilan dan peran dari BAPAS dengan partisipasi petugas sosial terkait. Pengumpulan data dan statistik para remaja dan anak-anak bermasalah akan dipelajari dengan seksama dan kerjasama the National Board of Institutional Care dan institusi lainnya.
  6. Working group lokal termasuk RWI akan melakukan pemetaan program yang telah berjalan dengan bantuan dari pihak lain mengani pelatihan HAM untuk pihak keamanan terutama Kepolisian, dan mengidentifikasi kontribusi Swedia yang dapat diberikan untuk pelatihan.
  7. Kerjasama dalam pemajuan hak-hak perempuan telah berjalan di bawah program "Lead" dan akan dipertimbangkan pada dialog yang akan datang.
  8. RWI dalam program pelatihan terhadap Komite RAN-HAM akan menambahkan fokus pada guru/pendidik dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran dan pemajuan HAM.
  9. Pihak Swedia ditawarkan untuk membantu, apabila diperlukan, dalam upaya Indonesia meratifikasi OPCAT.

Kedua delegasi sepakat untuk melanjutkan Dialog HAM ketiga di Indonesia pada paruh pertama tahun 2010. (Sumber: KBRI Stockholm)

http://www.deplu.go.id/?hotnews_id=4479