Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dalam pembukaan Festival Seni Suku Bajo di Gedung Mulo Makassar, Minggu, 20 Mei 2012 mengatakan bahwa dengan keragaman suku, adat, dan budaya yang dimiliki Sulawesi Selatan adalah merupakan suatu kebanggaan yang perlu tetap terjaga dan dilestarikan oleh semua pihak di daerah ini. Untuk itu, semua warga diminta turut berpartisipasi menjaga dan melestarikan keragaman budaya daerah ini, walaupun keragaman seperti seni dan budaya itu bukanlah suatu yang instan, tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama dan merupakan pemberian masa lalu.
Oleh karena itu, kebanggaan dengan memiliki keragaman budaya ini tentu akan menjadi identitas dan jati diri kita, khususnya sebagai orang Sulawesi Selatan bangga sebagai orang Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar. Kita memiliki gengsi, harga diri, derajat dan martabat yang tinggi.
Keragaman budaya di Sulawesi Selatan menunjukkan kalau terjadi harmonisasi di tengah dinamika yang ada, dan dinamika itu berjalan tetap pada rambu-rambu kebersamaan dan saling menghargai yang menjadikan identitas sebagai orang Sulawesi Selatan.
Setiap hari di Sulawesi Selatan ada dinamika yang makin positif, perekonomian yang semakin maju, event yang tidak putus-putusnya digelar hingga politik yang tetap dinamis. Dengan kekaguman Syahrul pada suku Bajo, dimana suku yang disebut-sebut lahir dan hidup di laut sehingga memiliki ketangguhan mengarungi lautan ini banyak yang tinggal di darat, tetapi ketergantungan terhadap laut belum hilang sehingga suku Bajo masih banyak yang berprofesi sebagai nelayan.
Pada acara yang sama, Putri Parawisata Indonesia, Andi Tenri Gusti Hanum Utari Natassa dikukuhkan sebagai Duta Parawisata Sulawesi Selatan 2012 dan event pertama kali akan dipersembahkan dalam kontes Miss Asia Pasifik 2012 pada Juni mendatang di Korea Selatan.
http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-menghimbau-warga-untuk-melestarikan-budaya-sulawesi-selatan