Beranda Ekonomi

Daerah Penghasil Rotan Desak Pemerintah segera Bangun Industri

Rabu, 22 Februari 2012
Cetak PDF

MAMUJU: Pascapelarangan eksport rotan mentah, kondisi usaha rotan di daerah penghasil belum normal. Tidak semua rotan olahan dari daerah penghasil terserap pasar dalam negeri.

Karena itu, pengusaha dan pemerintah daerah penghasil rotan mendesak pemerintah segera melakukan upaya kongkret dengan membangun industri di daerah penghasil.

"Kalau memang ekspor rotan mentah dilarang, kita minta agar industri rotan segera dibangun di daerah penghasil, selama ini pasar rotan di Cirebon (Jawa Barat) tidak bisa menampung semua rotan yang kami bawa. Harganya juga lebih rendah dari harga beli bila kami ekspor," ungkap Sekretaris Asosiasi Pengusaha Rotan Sulawesi Barat, Alibas Lika, di Mamuju, Rabu (22/2).

Selain daya serap yang dinilai masih rendah, pengusaha selama ini lebih memilih mengeksport rotan mentah karena pabrikan di Cirebon sangat selektif terhadap jenis rotan.

Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh mendukung pelarangan ekspor bahan mentah rotan itu, Ia menyatakan sebagai salah salah satu penghasil rotan terbesar di tanah air, Sulawesi Barat siap untuk dibangun industri rotan.

"Kami di Sulawesi sudah satu bahasa, industri rotan mesti dibangun di daerah penghasil, salah satunya di Sulawesi Barat," kata Anwar.

Wakib Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto yang juga hadir di Mamuju juga mendesak pendirian industri rotan itu harus sudah terbangun pada 2012, agar usaha dibidang pertanian rotan kembali berjalan normal.

Pada Selasa (21/02), Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan berkunjung ke salah satu sentra pengolahan rotan di Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat.

Menteri MS Hidayat menyatakan pelarangan ekspor itu bertujuan agar menumbuhkan bisnis rotan dalam negeri, serta meningkatkan nilai rotan dalam bentuk jadi sebelum diekspor ke luar negeri.

"soal Industri rotan itu, pada kuartal kedua kita sudah mulai bisa jalan. Pertama akan kita siapkan lahan, dalam waktu dekat pemerintah pusat akan bertemu pemerintah daerah penghasil rotan untuk membicarakan tentang pendirian industri rotan tersebut," kata MS Hidayat.

Di samping penyediaan infrastruktur, pemerintah dalam upaya menumbuhkan industri rotan di daerah penghasil, akan mengirim 50 KK pengrajin rotan dari Cirebon ke Mamuju. Pengiriman ini sebagai upaya menyalurkan keahlian mengolah rotan menjadi
bahan jadi yang dapat memiliki nilai ekonomi tinggi. (FH/OL-3)

 


http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/22/300238/4/2/-Daerah-Penghasil-Rotan-Desak-Pemerintah-segera-Bangun-Industri