Industri

Home arrow Industri

06-09-2010
Sei Mangke Akan Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus PDF E-mail

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pengembangan kawasan Sei Mangke di Sumatera Utara sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) rampung pada 2012.


Setidaknya, dua investor asal Jerman, Ferrostaal AG dan PTNBE, berminat menanamkan modal di Sei Mangke untuk memproduksi produk turunan minyak sawit mentah (CPO).

Sei Mangke menjadi salah satu kawasan yang disiapkan pemerintah untuk memacu industri hilir berbasis pertanian (agro) dan oleochemical, selain di Dumai (Riau) dan Maloy (Kalimantan Timur). Ke depannya, Sei Mangke diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, menyusul potensi pengembangan daerah.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan pengembangan Sei Mangke sebagai kawasan industri berbasis pertanian dan olechemical saat ini cukup signifikan.

Saat ini kawasan Sei Mangke sedang diperluas hingga 40 hektare untuk mendongkrak produksi CPO dari 30 ton per menjadi 70 ton per hari.

“PTPN III sedang mempersiapkan masterplan pengembangan Sei Mangke. Kami yang menyiapkan perencanaan strategisnya. Saya berharap daerah ini menjadi kawasan industri modern,” katanya, baru-baru ini.

Untuk pasokan listrik, kata Dedi, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III akan mengolah cangkang sawit dan dijadikan sumber energi. Adapun aliran sungai Bah Bolon yang deras dinilai potensial untuk pembangkit listrik tenaga air.

Dedi menjelaskan infrastruktur di kawasan ini telah siap, termasuk pelabuhan Kuala Tanjung yang dioperasikan PT Pelindo.

“Pada 2012 kami harapkan selesai. Dua investor Jerman berminat masuk ke Sei Mangke dan nantinya akan kerjasama dengan PTPN III untuk memproduksi turunan CPO,” katanya.

Terakit dengan nilai investasinya, Dedi belum mengetahui secara pasti karena masih dalam tahap penjajakan. Namun, dia optimistis dengan keseriusan investor Jerman itu karena perwakilan kedua perusahaan telah berkunjung ke Sei Mangke pada 6 Agustus dan berencana datang lagi akhir bulan ini.


http://www.kemenperin.go.id/ind/publikasi/berita_psb/2010/20103685.HTM

 
Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008