Ketenagakerjaan

Home arrow Ketenagakerjaan

01-09-2010
Peluncuran Sistem Informasi Online bagi Perlindungan TKI di Hong Kong PDF E-mail

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta perlindungan bagi warga Indonesia, Konsul Jenderal RI di Hong Kong secara resmi melakukan peluncuran/soft launch Sistem Informasi Online Tenaga Kerja Indonesia Berbasis Internet pada Selasa, (31/8), di ruang Ramayana, Gedung KJRI Hong Kong. Acara dihadiri oleh pimpinan dan anggota APPIH serta perwakilan media.


Sistem ini ditujukan untuk mempermudah koordinasi antara KJRI dengan perusahaan pengerah TKI di Indonesia dan Agensi di Hong Kong. Penerapan sistem ini diharapkan dapat memonitor status penempatan TKI, seperti kedatangan, pindah agen, pindah majikan, maupun pemutusan kontrak atau termination, sehingga proses perlindungan TKI dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebh terkoordinasi.

Secara simbolis Konsul Jenderal Ferry Adamhar log in ke dalam Sistem Informasi Online TKI Berbasis Internet sebagai tanda diresmikannya peluncuran sistem ini. Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI menyampaikan bahwa penerapan sistem ini didasarkan pada motto KJRI yaitu Pelayanan Berbasis Perlindungan. Sistem ini dipandang sebagai salah satu katalisator peningkatan kualitas pelayanan serta perlindungan warga Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat lebih mengawasi proses rekrutmen dan penempatan TKI di Hong Kong serta mengurangi, bahkan menghilangkan praktek ilegal perektrutan TKI.

Sistem ini diyakini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak, baik di Indonesia maupun di Hong Kong, dan dapat meningkatkan jalur koordinasi demi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap TKI. (Sumber: KJRI Hong Kong)


http://www.deplu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=3922&l=id

Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian Negara PAN, Tasdik Kinanto saat memberikan pengarahan pada pembukaan Pelatihan Kader Penggerak Budaya Kerja Aparatur Angkatan III di Hotel Horison Bekasi, Selasa (27/10).

Acara yang berlangsung 27-29 Oktober itu diikuti oleh sejumlah pejabat, baik dari daerah maupun instansi pusat. “Para kader penggerak budaya kerja, diharapkan bisa mendedikasikan dirinya untuk mendinamisir pengembangan budaya kerja di instansi masing-masing,” ujar Tasdik Kinanto menambahkan.

Lebih lanjut Tasdik mengatakan, dewasa ini masyarakat tidak sabar, ingin melihat dan merasakan kinerja yang dilakukan oleh jajaran birokrasi. Hal itu bisa dilihat dari berita di media massa, yang dalam beberapa hari terakhir memberitakan kenaikan gaji pejabat. “Tampaknya mereka tak rela kalau uang negara dibagi-bagi, sementara para pejabat itu belum menunjukkan kinerjanya seperti diharapkan,” tambahnya.

Untuk itu, kini sedang disusun program kerja 100 hari, 1 tahun dan lima tahun Kabinet Indonesia Bersatu II, agar akuntabilitas cabinet diketahui oleh masyarakat.

Disinggung juga bahwa APBN 2010 menetapkan pertumbuhan ekonomi 6 – 7 persen. Menurut Tasdik, pertumbuhan ekonomi itu tidak lepas dari adanya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun diingatkan, untuk mendorong investor menanamkan modalnya di suatu daerah, diperlukan pelayanan publik yang baik. ”Kalau investor dipersulit, banyak calo, ada KKN, pungli dan sebagainya, maka investor tentu memilih menanamkan modalnya di negara yang lebih mudah,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, Cina merupakan negara yang begitu baik dalam melayani pemodal. Urusan pajak belakangan, yang penting tenaga kerjanya dapat diserap. Ibaratnya, investor tinggal bawa koper. Bahkan ada investor dari Indonesia yang menanamkan modalnya di Cina.

Terkait dengan budaya aparatur negara, Tasdik mengungkapkan bahwa di Cina tidak ada pegawai yang ngobrol di kantor. Mereka bekerja sesuai dengan tugas masing-masing, karena di sana budaya kerjanya memang sangat baik. Kondisi serupa juga dapat dilihat di Jepang. ”Kita patut meniru budaya yang dilakukan aparatur negara di negara-negara itu,” tambahnya.


Sumber:
http://www.menpan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=177&Itemid=1

 
Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008