|
30 Pengusaha Singapura Jajagi Investasi di Yogyakarta |
|
|
|
25-04-2008 |
KEPATIHAN, YOGYAKARTA – 30 Pengusaha besar di Singapura berkunjung ke Yogyakarta dalam rangka mengadakan misi dagangf dan investasi. Misi tersebut dipimpin oleh Presiden the Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry (SCCCI) Mr. Chua Thian Poh dan Dubes RI untuk Singapura Bapak Wardana. Rombongan Pengusaha Singapura tersebut diterima oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedung Willis, Kepatihan Yogyakarta kemarin(Kamis,24/4).
Kepada Gubernur DIY, Chua Thian Poh menjelaskan bahwa mereka berminat untuk investasi di beberapa sector seperti perkayuan (timber), pengolahan kayu, konstruksi, property, keuangan dan perbankan, perkapalan serta Legal Services. Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai menerima rombongan kepada reporter www.jogjaprov.go.id menjelaskan bahwa rombongan delegasi pengusaha Singapura ke Yogyakarta ini membawa dua potensi investasi yaitu satu pengusaha sedang dan yang lain adalah industri sehingga dalam presentasinya yang akan disampaikan Provinsi DIY hari ini yaitu dalam rangka penjajagan kerjasama investasi ada yang small and medium enterprice ada yang memang bicara masalah industri.. Oleh karena itu lanjut Sri Sultan Hamengku Buwono X Pemerintah Provinsi DIY menjelaskan peluang-peluang yang memungkinkan pengusaha Singapura untuk investasi dan fasilitas-fasilitas yang mungkin diberikan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi DIY untuk bisa memfasilitasi mereka dalam berinvestasi. Namun dalam kesempatan itu Gubernur mengaku belum mengetahui peluang apa yang mungkin bisa dikerjasamakan dengan para pengusaha Singapura. “Saat ini belum tahu, namun yang penting peluang-peluang apa yang kira-kira bisa dikerjasamakan tetapi yang penting adalah clean lingkungan “, jelas Sultan. Ketika ditanya lebih lanjut tentang peluang investasi yang bisa ditawarkan sehubungan dengan persayaratan clean lingkungan, Sultan menyebut industri IT, kerajinan, atau industri processing. “Sebetulnya industri yang clean ya, entah yang sifatnya industri TI karena memang Yogyakarta banyak lembaga pendidikan, jadi relative orang terdidik juga cukup. Atau mungkin bisa back up di kerajinan atau mungkin entah itu proses untuk garment, pakaian atau industri sifatnya food processing dan sebagainya. Yang penting apa yang ada pada mereka kira-kira cocok”, kata Sultan. Mengenai prospek kerjasama tersebut, Sultan menyatakan belum tahu persis. Gubernur akan menunggu apa tanggapan mereka terhadap presentasi Pemerintah Provinsi DIY, walau hal itu, juga bukan berarti setelah ada tanggapan terus investasi. ”Yang penting apa yang bisa kita fasilitasi”, jelas Sultan.
Sumber: Subidang Pemberitaan Bidang Humas BID DIY. |