|
|
|
SELAYANG PANDANG TRANSMIGRASI DI PROPINSI JAMBI |
|
|
|
21-01-2008 |
|
Program transmigrasi masih memegang peranan penting dalam pembangunan nasional, hal ini tidak dapat dipungkiri karena program transmigrasi mampu meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa disamping itu juga mendukung pembangunan daerah.
Dalam struktur pembangunan nasional, termasuk dalam sektor pembangunan daerah dan transmigrasi, orientasinya lebih menitikberatkan pada aspek pembangunan daerah yang keberhasilannya terlatak pada sejauhmana kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah. Penyelenggaraan Transmigrasi sendiri sudah berjalan 57 tahun, dimulai pada tanggal 12 Desember 1950 yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bakti Transmigrasi. Momen ini merupakan titik awal dimulainya pemindahan pendududuk oleh pemerintah Republik Indonesia yang ditandai dengan pemebrangkatan 32 KK Transmigran dari Jawa Tengah menuju Gedung Tataan di Propinsi Bandar Lampung. Di Jambi sendiri penyelenggaraan transmigrasi dimulai sejak pra Pelita yaitu pada tahun 1967/1968 dengan menempatkan transmigran pertama 49 KK di UPT Rantau Rasau I dan 200 KK di UPT Rantau Rasau II Kabupaten Tanjung Jabung, artinya sampai saat ini telah berlangsung lebih kurang 40 tahun. Dalam kurun waktu 40 tahun tersebut, melalui program transmigrasi umum dan Transmigrasi Swakarsa Berbantuan telah dibangun 202 unit pemukiman Transmigrasi/Desa Transmigrasi dengan jumlah Transmigran 82.297 KK/350.048 jiea yang tersebar di delapan Kabupaten yakni Kabupaten Batang Hari, Bungo, Merangin, Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjab Barat, Tanjab Timur dan Tebo. Disamping itu juga dilaksanakan program Penempatan Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) sebanyak 14.104 KK/44754 jiwa yang terdiri dari TPA 3.113 KK/9.832 jiwa dan TPS 10.991 KK/34.931 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :
No. Kabupaten TU/TSB TSM Jumlah KK Jiwa KK Jiwa KK Jiwa 1. Batang Hari 5.902 24.739 295 1.181 6.197 25.920 2. Bungo 11.140 47.316 1.950 5.527 13.090 52.834 3. Merangin 13.134 53.666 3.669 10.794 16.803 64.460 4. Muaro Jambi 14668 62.431 1.094 3.716 15.762 66.147 5. Sarolangun 9.224 39.546 985 3.085 10.209 42.631 6. Tanjab Barat 7.396 30244 865 2.554 8.261 32.798 7. Tanjab Timur 10.859 47.204 300 1.612 11.159 48.816 8. Tebo 9.974 44.902 4.946 16.285 14.920 61.187 JUMLAH 82.297 350.048 14.104 44.754 96.401 394.802 Unit-unit pemukiman/desa transmigrasi yang telah dibangun tersebut dilengkapi sarana dan fasilitas umum serta prasarana lainnya seperti jalan desa, jalan poros/penghubung keluar lokasi. Sementara untuk menunjang aktifitas kegiatan sosial ekonomi transmigran juga disediakan lahan usaha untuk mengembangkan berbagai pola usaha meliputi transmigrasi umum/tanaman pangan, perkebunan (karet dan kelapa sawit) serta hutan tanaman industri. Transmigrasi yang dilaksanakan di Propinsi Jambi telah mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan daerah seperti : 1. Mendukung upaya mewujudkan Swasembada Pangan, peningkatan ekspor non migas serta peningkatan taraf hidup transmigran melalui penambahan areal pertanian dan perkebunan yaitu seluas 243.346,5 Ha. Berupa lahan pekarangan, plasma, lahan usaha I, lahan usaha II yang ditanami berbagai macam komoditi seperti tanaman pangan, tanaman perkebunan kelapa sawit dan karet yang merupakan komoditi andalan daerah Jambi serta pisang abaca. 2. Menciptakan lapangan kerja khususnya sektor pertanian untuk 96.401 KK petani transmigran. 3. Memperluas dan meratakan pelayanan kesehatan dan Keluarga Berencana melalui penambahan fasilitas Balai Pengobatan/Puskesmas Pembantu sebanyak 202 unit. 4. Memperluas dan memeratakan pelayanan pendidikan khususnya pendidikan Tingkat Dasar. Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah telah dibangun sebanyak 252 unit Sekolah Dasar sampai saat ini. 5. Mengembangkan kehidupan berkoperasi melalui penambahan Koperasi Unit Desa (KUD) sebanyak 202 unit. 6. Memperluas pelayanan dibidang keagamaan dengan membangun rumah ibadah sebanyak 387 unit. 7. Membuka keterisolasian daerah-daerah pedalaman dan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan dengan membangun prasarana permukiman berupa jalan penghubung sepanjang 1.480,93 poros sepanjang 1.026,67 Km, jalan desa 2.986,16 Km, jembatan 6.918,50 M, gorong-gorong 44.687 M, saluran drainase sepanjang 1.146 Km. 8. Mendorong perkembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru seperti di lokasi Sungai Bahar, Merlung, Singkut, Rimbo Bujang, Rantau Rasau, Hitam Ulu, Pemenang, Durian Luncuk, Kuamang Kuning, Jujuhan, Tebing Tinggi dan sebagainya. 9. Penyediaan rumah sederhana untuk transmigran sebanyak 96.401 unit. 10. Memukimkan kembali perambah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat sebanyak 3.455 KK/15.788.
Transmigrasi yang ditempatkan di lokasi Unit Pemukiman Transmigrasi/Desa Transmigrasi Jambi berjumlah 96.401 KK/394.802 jiwa yang terdiri dari : Transmigrasi Daerah Asal 64.071 KK/257.697 jiwa (73,62%), Pengungsi 153 KK/646 jiwa dan Transmigran APPDT/lokal 18.722 KK/92.355 jiwa (26,38%). Transmigran APPDT/lokal ternagi kedalam perambah hutan asal Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebanyak 3.455 KK/15.788 jiwa, Kampung Legok (Kodya Jambi) 682 KK/3.779 jiwa; Transmigrasi ABRI 293 KK/1.402 jiwa; pensiunan PNS 81 KK/ 454 jiwa dan APPDT Kabupaten 14.058 KK/70.286 jiwa dan TSM sebanyak 14.104 KK/44754 jiwa.
Muaro Jambi Pembangunan transmigrasi di Kabupaten Muaro Jambi dimulai sejak tahun 1983 sampai tahun 2004`dibangun sebanyak 30 UPT/Desa Transmigrasi dengan jumlah penduduk saat penempatan sebanyak 14.068 KK/59.728 jiwa yang tersebar di dua Kecamatan yaitu : 1. Kecamatan Kumpeh Ulu sebanyak 8 UPT dengan Pengerahan dan Penempatan Transmigran 2.889 KK/12.845 jiwa. 2. Kecamatan Sungai Bahar sebanyak 22 UPT dengan Pengerahan dan Penempatan Transmigran 11.179 KK/46.883 jiwa.
Dari 30 UPT/Desa Transmigrasi yang telah dibangun sebanyak 27 UPT dengan jumlah penduduk saat penempatan sebanyak 13.029 KK/55.400 jiwa telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah setempat dan sebanyak 3 UPT dengan jumlah penduduk saat penempatan sebanyak 1.039 KK/4.328 jiwa masih dalam pebinaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jambi yaitu UPT Sungai Gelam II sebanyak 300 KK/1.379 jiwa, UPT Sungai Gelam III sebanyak 489 KK/1.994 jiwa dan UPT Arang-arang sebanyak 250 KK/955 jiwa. Dari ketiga UPT yang masih dibina ini dua UPT didisain dengan pola Pir Trans dan satu UPT dengan pola TU. Selain dibangun rumah sebanyak 14.068 unit juga telah dibangun jalan penghubung sepanjang 101 Km, jalan poros sepanjang 230 Km, jalan desa sepanjang 514,79 Km dan jembatan permanen sepanjang 191 M, jembatan kayu sepanjang 1.111 M serta gorong-gorong sepanjang 10.021 M.
Sungai Bahar Sejak tahun 1984 di Sei Bahar telah ditempatkan transmigran sebanyak 11.914 KK/46.929 jwa, terdiri dari Transmigran Penduduk Daerah Asal (TPA) sebanyak 7.142 KK/211.629 jiwa yang terdiri dari asal DKI sebanyak 423 KK/1.601 jiwa, Jawa Barat sebanyak 2.059 KK/8.342 jiwa, Jawa Tengah sebanyak 1.703 KK/6.428 jiwa, DIY sebanyak 1.250 KK/4.371 jiwa dan Jawa Timur sebanyak 1.627 KK/5.780 jiwa serta transmigran penduduk setempat (TPS) 3.867 KK/26.921 jiwa yang terdiri dari APPDT Kabupaten sebanyak 1.867 KK/4.740 jiwa, TNKS 1.457 KK/6.957 jiwa, Kota Jambi sebanyak 340 KK/1.786 jiwa, ABRI sebnyak 183 KK/814 jiwa dan PNS sebanyak 20 KK/109 jiwa yang bermukim di 22 UPT terdiri dari 6 UPT Pirsus dan 16 Pir Trans. Dari 22 UPT Sungai Bahar di Kecamatan Sungai Bahar tersebut yang telah diserahkan ke Pemerintah Daerah sebanyak 22 UPT dengan jumlah transmigran 11.014 KK/46.929 jiwa. Produksi andalan di Kabupaten Muaro Jambi khususnya Sungai Bahar adalah kelapa sawit dengan pola Pirtrans dan Pirsus, dengan pendapatan antara Rp. 2.000.000,- s.d Rp. 4.000.000,-/KK/bulan tergantung pada umur tanaman. Sementara untuk menampung dan mengolah hasil produksi tanaman kelapa sawit di kabupaten Muaro Jambi telah dibangun 3 buah pabrik dengan kapasitas masing-masing 60 ton/jam. (Wid/sumber Disnakertrans Prop. Jambi)
|
|
| |
|
|
|
|