|
DUA PROPINSI AKAN MULAI MIGRASI KE OPEN SOURCE |
|
|
|
21-08-2007 |
|
Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memigrasikan komputer-komputer yang dimilikinya ke perangkat lunak open source. "Dalam jangka pendek tujuan migrasi di dua provinsi ini adalah untuk merumuskan masterplan migrasi open source,"
kata Imron Fauzi, Program Manager Open Source, Yayasan Air Putih di Jakarta, Selasa (21/8). Program ini bertema "Sosialisasi Open Source dan Pengembangan helpdesk Nasional". Selanjutnya dalam jangka panjang provinsi yang sudah melakukan migrasi ke open source tersebut akan bisa mengurangi ketergantungan pada perangkat lunak yang mahal dan tertutup. Migrasi yang dilaksanakan akan diawali dengan pendataan untuk mengetahui jumlah komputer beserta spesifikasi dan penggunaannya di kantor-kantor pemerintah tersebut, sementara proses migrasi sendiri akan meliputi instalasi perangkat lunak open source, training bagi pengguna, penyusunan manual serta pembuatan dokumentasi. “Data yang diperoleh akan dikembangkan sebuah sistem operasi berbasis open source yang dilengkapi dengan manual dan sistem pendukung lainnya, misalnya repository lokal serta persiapan layanan help desk secara online,” imbuhnya. Sebagai langkah awal juga akan diadakan sebuah diskusi terbuka di masing-masing provinsi yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dan untuk menyamakan persepsi mengenai open source. Menurut rencana diskusi ini akan diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus di NAD dan 4 September di DIY. Sementara itu menurut seorang tokoh teknologi informasi Indonesia, I Made Wiryana, help desk nasional merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari strategi jangka panjang implementasi open source di Indonesia. Sehingga menurut dia help desk nasional open source ini seharusnya dikelola bersama-sama oleh para pelaku open source secara kolaboratif. Proses migrasi dengan biaya sebesar 650 juta rupiah ini akan dilaksanakan oleh Yayasan Air Putih bekerjasama dengan Jurusan Teknologi Informatika Universitas Gunadarma, Combine Resource Institution, Hivos dan Yayasan Penggerak Linux Indonesia serta didukung oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi. (hbk/toeb/b)
(Sumber: www.bipnewsroom.info)
|