Indonesia dan India diharapkan menyelesaikan pembicaraan mengenai kesimpulan persetujuan kerjasama ekonomi komprehensif pada bulan Agustus, ungkap salah seorang wakil. Duta besar Indonesia untuk India Andi M.Ghalib menyatakan pada hari Sabtu, “draftnya sudah dibentuk. Kami harap dalam waktu satu bulan akan ada pertemuan mengenai hal tersbut. Rancangan persetujuan sudah ada. Saat ini waktunya kedua negara menyiapkan perundingan mengenai persetujuan kerjasama yang komprehensif. persetujuan tersebut dirancang untuk mencapai target perdagangan dua arauh sebesar US$ 10 milyar pada tahun 2009, paparnya.
Ia mengatakan, “pertemuan ini dijadwalkan mengambil tempat di India pada bulan Agustus. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Menteri Perdagangan Indonesia ke India beberapa waktu lalu.”
Apabila persetujuan ini dapat ditandatangani tepat waktu, persetujuan tersebut dapat menjadi jalan bagi kedua negara untuk memperoleh persetujuan perdagangan bebas, ungkapnya.
Kepala Komite India Kadin Djismun Kasri sementara menyatakan bahwa kedua negara belum secara maksimal memanfaatkan potensi perdagangan mereka yang besar.
Ekspor Indonesia ke India sejauh ini dipasarkan melalui negara ketiga seperti Singapura, ungkapnya.
Ia menyatakan, “kita perlu melakukan perdagangan langsung dengan India.”
Perdagangan dua arah antara Indonesia dan India berada pada nilai US$6 miliar tahun lalu. Nilai perdagangan bisa lebih tinggi daripada gambaran saat ini apabila kedua negara melakukan perdagangan langsung, paparnya.
Ekspor Indonesia ke India mencakup batu-bara, kelapa sawit mentah dan barang-barang kerajinan tangan sedangkan impornya dari India terdiri dari mesin-mesin.
Jakarta, 8 Juni 2008, ANTARA