Pemuda dan Olahraga

Home arrow Pemuda dan Olahraga

26-10-2009
Jadilah Entrepreneur Berpandangan Positif PDF E-mail
Entrepreneur yang mempunyai nilai luhur dengan pandangan positif akan membawa manfaat bagi masyarakat. Kembangkanlah karakter tidak kenal menyerah karena sebuah prakarsa tanpa disertai karakter tak kenal menyerah akan mati suri.


Demikian dinyatakan Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono saat membuka "Pelatihan Pengembangan Entrepreneur Pemuda", yang diselenggarakan Yayasan Damandiri dan Haryono Center, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berpandangan positif dan berprakarsa unggul merupakan dasar untuk melihat sesuatu yang bermanfaat di sekitar kita. Dengan demikian, begitu melihat sesuatu yang mungkin tidak dilihat orang lain, langsung bisa menarik manfaat yang bisa dihasilkan. "Hal ini memang perlu dilatih," ujarnya.

Namun, begitu telah terbiasa, maka bisa memunculkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya. Kepada para peserta pelatihan, mantan Menko Kesra dan Taskin itu mengingatkan, para calon entrepreneur harus mampu melihat secara positif, berjalan secara positif, dan inovatif.

Pasalnya, hanya memiliki prakarsa belum tentu membawa hasil instan yang gegap gempita. Diingatkannya, tingkat kematian atau kebangkrutan suatu usaha awal amatlah tinggi. Karena itu, suatu prakarsa sekecil apa pun harus disertai tekad pantang mundur. Dan, agar tidak mati dalam persaingan, seorang entrepreneur harus memiliki sifat menganggap semua yang ada di sekitar adalah sahabat. Dengan begitu, apa yang diciptakan dan dibuat bisa membawa keuntungan baik secara materiil maupun moril.

Sesungguhnya, menurut dia, jiwa entrepreneur itu ada di masing-masing orang. Tinggal bagaimana hal itu digali dan dikembangkan. "Kalau gagal dalam mengembangkan jiwa entrepreneur, jangan khawatir. Kegagalan tidak selamanya akan terjadi dalam diri manusia. Kegagalan hanya sebuah cara atau upaya agar kita menjadi lebih maju," tuturnya.

Karakter-karakter dasar macam itu, menurut Haryono, agar diajarkan kepada para pemuda yang menjadi peserta pelatihan tersebut. Tujuannya supaya para calon entrepreneur itu tahan uji dan tidak mudah menyerah. Karakter itu harus mampu menyertai setiap individu para peserta, agar sanggup bekerja keras dan percaya diri.

Sesungguhnya, sifat-sifat dasar entrepreneur cenderung untuk bekerja sendiri. Namun, karakter yang harus dikembangkan dalam dunia usaha harusnya sifat entrepreneur sosial, yaitu entrepreneur yang kemahiran dan penemuannya dijadikan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bersama. Untuk itu, perlu suatu sikap bijaksana untuk melihat orang-orang yang bisa diajak bekerja sama, membangun usaha yang menguntungkan untuk banyak orang. "Yang kita bangun dari pelatihan ini adalah suatu entrepreneur yang sejak awal mempunyai kepedulian terhadap sesamanya," kata Haryono.


Sumber:
http://www1.kemenegpora.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3529

 
Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008