|
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi memanfaatkan dan merevitalisasi kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 Juta Ha dengan membangun Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lamunti yang terletak di pusat kawasan–kawasan transmigrasi di Kab.Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dengan adanya pembangunan KTM Lamunti ini, diharapkan mampu menarik minat kalangan investor dan dunia usaha nasional untuk menanamkan modal bisnisnya. Saat ini terdapat peluang investasi swasta di lokasi KTM Lamunti senilai lebih dari 150 Milyar yang meliputi tawaran pendirian pabrik-pabrik kelapa sawit, karet, pakan ternak, penyulingan nilam, tahu serta hasil pertanian, perikanan dan perkebunan.Pencanangan pembangunan KTM Lamunti yang berada di kawasan transmigrasi ini dilakukan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Ir. Erman Suparno, MBA., M. Si dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah, pada rabu (7/10). Pencanangan KTM Lamunti ini merupakan salah satu upaya revilatisasi proyek PLG yang dilakukan melalui pensinergian peran pemerintah, swasta dan masyarakat agar pembangunan kawasan Lamunti dan Dadahup dapat berjalan lebih cepat lagi.
Menakertrans mengatakan bahwa program transmigrasi merupakan solusi untuk membangun Indonesia sebagai negara kepulauan berpenduduk banyak dan heterogen dengan sebaran penduduk yang timpang. Program transmigrasi yang selama ini dijalankan pemerintah telah terbukti memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI.
Dijelaskan Menakertrans, saat ini pemerintah memiliki konsep paradigma baru dalam pengembangan program transmigrasi.Paradigma baru transmigrasi diuraikan dalam pokok-pokok pikiran, yaitu transmigrasi sebagai pilar ketahanan pangan nasional, transmigrasi sebagai basis ketahanan nasional, transmigrasi sebagai fundamen penyediaan energi alternative, transmigrasi sebagai instrument pemerataan investasi dan transmigrasi sebagai wahana penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
Dalam kunjungan kerjanya ke KTM Lamunti, Menakertrans menyerahkan bantuan berupa 1 paket gamelan dan wayang kulit, 1 mesin penyuling nilam, 2 mesin pembuat tahu, 20 unit hand tractor, 2 paket buku perpustakaan, 20 mesin jahit, 5 peralatan pembuatan kue , 2 sound system, 200 unit bantuan ramuan rumah dan stimulus Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) tahun 2009 senilai Rp 1, 5 Milyar. Selain menyerahkan paket bantuan, Menakertrans pun memberikan hadiah kepada Transmigran teladan dan Pembina UPT (unit pemukiman transmigrasi) teladan tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten.
Adanya dukungan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dasar disertai pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi KTM Lamunti diharapkan mampu mengusung potensi daerah sehingga kemudian berkembang menjadi pusat perekonomian baru, pusat administrasi pemerintahan dan memacu percepatan pembangunan daerah secara keseluruhan.
Sumber: http://www.nakertrans.go.id/news.html,288,trans
|