IPTEK

Home arrow IPTEK

20-11-2009
ITS Kembangkan Mobil Ramah Lingkungan PDF E-mail

SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya saat ini sedang menyempurnakan  pembuatan  smart  car y ang  ramah lingkungan.


Mobil pintar tersebut diberi nama EV-ITS G1 (Elektronic Vehicle Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Generasi 1). Ide pembuatannya oleh Jurusan Teknik Elektro ITS didasarkan pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin lama akan menipis. “Karena BBM ini nanti pasti habis, makanya kami membuat mobil listrik,” kata Prof Ir Soebagio, MSEE, PhD, ketua tim penelitian, kepada harian Seputar Indonesia (SI) kemarin.

Profesor kelahiran Malang ini menjelaskan, mobil elektrik tersebut menggunakan energi listrik dari baterai basah (aki) berkekuatan 500 KV (kilovolt) sebanyak 40 buah. ”Ini dikembangkan selama dua tahun, jadi diselesaikan dulu (sampai bentuk yang sekarang), baru selanjutnya kita kembangkan tiap tahunnya,”jelas Prof Soebagio. Prinsip kerja mobil listrik ini adalah mengubah tenaga listrik dari baterai yang searah (DC) dengan inverter menjadi arus bolakbalik (AC), kemudian menggerakkan motor listrik untuk menggerakkan roda. Motor listrik yang digunakan berkekuatan 5 KW dan mampu menghasilkan kecepatan maksimal 80 km/jam.

“Kecepatan yang bisa dicapai sebenarnya baru mencapai 20 km/jam karena kita masih tetap memakai gearbox seperti di mobil biasa sehingga membuat kerja motor tidak maksimal,” tuturnya. Selain itu, sasis mobil yang dikeluarkan adalah produksi tahun 1972. Saat ini mobil itu masih dalam tahap pengembangan. Pengembangan akan dilakukan pada inverter dan motor listrik yang akan mengurangi pemakaian jumlah baterai hingga menjadi tiga buah dan berat mobil menjadi berkurang.

Saat ini,dengan 40 buah baterai, mobil tersebut bobotnya mencapai 600 kg dan hanya bisa memuat dua orang. Untuk itu sedang dilakukan upaya meringkas baterai sampai tiga buah agar bisa memuat empat hingga enam penumpang. Untuk pengisian baterai diperlukan waktu sekitar enam jam. ”Kita masih memakai cairan aki biasa sehingga waktu yang diperlukan lebih lama,”ungkap Ir Dedid Cahya,MT, salah satu anggota tim yang bertanggung jawab untuk urusan sistem kontrol. Namun dia mengungkapkan, pada tahap akhir saat menjadi smart car mobil ini akan mampu mengisi energi sendiri.

“Jadi nanti saat shock breaker mobil itu bergerak, tenaga itu akan diubah menjadi tenaga elektronik guna memutar motor. Begitu juga saat mobil lewat jalan turun juga diubah menjadi tenaga elektronik. Pokoknya semua tenaga itu kita ubah untuk tenaga mobil inti,”paparnya. Mobil ini dijamin tidak akan mengalami banyak gangguan. Bahkan saat hujan juga tidak masalah.“ Soal itu nanti hanya tinggal masalah membuat pelindung kedap air untuk motornya,”katanya. Saat ini mobil itu memang masih menggunakan sasis mobil kuno.Di jok belakang semuanya penuh dengan baterai.

“Kita nanti ingin menggunakan sasis mobil seperti Avanza agar ruang mesin bisa lebih luas. Ke depan saat motor sudah sempurna, produksi massal sasisnya bisa didesain sendiri,”tegasnya. Untuk tahun ketiga (pada 2010), mobil ini diusahakan hanya menggunakan tiga baterai. Pada 2015,jika tak ada hambatan mobil tersebut telah sempurna menjadi smart car. (zaki zubaidi)

 


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/285462/38/

 
Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008