Pendidikan

Home arrow Pendidikan

09-02-2010
Penerimaan Mahasiswa Baru Dikaji Ulang PDF E-mail

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengkaji ulang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan sendiri oleh beberapa perguruan tinggi.


Hal tersebut untuk memberikan kemudahan semua peserta dalam mengikuti tes masuk perguruan tinggi. “Reviewtersebut dilakukan agar seluruh anak Indonesia dimudahkan untuk mendaftar dan mengikuti tes di perguruan tinggi negeri,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal seusai rapat anggaran dengan Komisi X DPR di Jakarta kemarin. Kaji ulang dilakukan dengan melihat apakah penerimaan mahasiswa itu dilakukan secara transparan dan dengan biaya yang mudah dijangkau atau tidak.

Persentase calon mahasiswa yang diterima perguruan tinggi juga akan dikaji. Fasli mengatakan, beberapa perguruan tinggi besar seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menganggap kalau ongkos pendaftaran yang ditetapkan sudah dengan biaya terjangkau. Namun begitu, Kemendiknas tetap akan meninjau kembali untung ruginya. “Dan apakah tujuannya sama dengan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) yang menjangkau seluruh anak Indonesia atau tidak,” tandasnya. Pengkajian ulang seleksi calon mahasiswa tersebut akan dipimpin langsung oleh Mendiknas Muhammad Nuh.

Di tempat yang sama Mendiknas Muhammad Nuh membenarkan akan adanya review terhadap penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan perguruan tinggi. Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri membantah seleksi penerimaan mahasiswa yang dilakukan UI karena alasan pemasukan yang lumayan dari biaya pendaftaran. “Tidak berkaitan dengan uang, akan tetapi kami mempertimbangkan masyarakat luas untuk diterima di UI,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Selain melalui seleksi masuk (simak), UI membuka 11 jalur pendaftaran untuk mempertahankan kualitas mahasiswa. UI juga membuka jalur khusus pemenang olimpiade sains dan mengundang 800 lulusan terbaik ikut seleksi masuk sehingga anak-anak dari kota terpencil namun berpotensi bisa ikut terjaring. (neneng zubaidah)

 

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/303194/44/


 

 
Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008