Unit KP4
Link Situs Layanan
National Single Window
Unit Pelayanan Perdagangan
Pajak SPT Dan PPh
Pariwisata Indonesia
Kerjasama Internasional
Kebijakan Fiskal
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH)
SEKRETARIAT NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Jl. Veteran No 18
Jakarta 10110
021 3458595
DEPARTEMEN KOMUNIKASI
DAN INFORMATIKA

Jl. Medan Merdeka Barat
Jakarta 10110
Sejak 21/04/09
Visitors: 12231319
 
Vote for Komodo National Park
 
Home

Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono Prof. Dr. Boediono, M.Ec.
Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono
PresidenRI
Prof. Dr. Boediono, M.Ec
  Wakil Presiden RI
   
1.440 Ha pesisir direhabilitasi hingga 2014 PDF Print
23-07-2010

JAKARTA Hingga 2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pemulihan kawasan pesisir seluas 1.440 hektare (ha) dari kerusakan lingkungan di sepanjang pantai nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan pada tahun ini pemulihan kawasan pesisir melalui penanaman bakau (mangrove) dan rehabilitasi terumbu karang akan dilakukan seluas 60 ha.

"Dengan demikian, dari target 2014 seluas 1.440 ha, diharapkan capaian per tahun mencapai 401,7%," ujarnya di Jakarta kemarin.

Menurut dia, upaya pemulihan kawasan pesisir dari kerusak-an lingkungan ini menjadi penting karena sebagai bentu perlindungan lingkungan sekitar pantai.

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Taman Nasional Laut, Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Dermawan menyatakan program rehabilitasi dan pemulihan sumber daya alam ini dilakukan untuk merehabilitasi a.l. terumbu karang, dan hutan bakau.

"Yang menjadi prioritas akan dilakukan di 15 kabupaten dan kota di delapan provinsi sekaligus melakukan rehabilitasi ekosistem pesisir di lima lokasi," katanya.

Dia mengatakan selama ini daerah pesisir sangat mudah terpengaruh pada polusi. Buangan limbah dari darat berakibat pada rusaknya ekosistem di sekitarpantai.

Agus menyatakan pesisir Pantai Utara Jawa masuk dalam target pemulihan kawasan pesisir seluas 1.440 ha hingga 2014.

Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim menyatakan terumbu karang dan mangrove di sekitar perairan selatan Kalimatan, Teluk Jakarta, Selat Madura, dan sekitar pesisir Semarang berfungsi untuk perkembangan ikan. "Kondisi saat ini .sudah sangat memprihatinkan karena terkena dampak dari polusi."

Potens! ikan

Sementara itu, dalam pertemuan internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) di Sanur, Bali, Ketua Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Ka-jiskan) Purwito Martosubrotomengeluhkan sulitnya memantau potensi sumber daya perikanan.

Dia mengatakan mayoritas kapal penangkap ikan (long line) memang melaporkan log book (buku laporan hasil tangkapan ikan), tetapi data tersebut harus diverifikasi.

Kapal-kapal, tersebut memang harus menyerahkan log book karena Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATU) telah menerapkan kebijakan agar kapal yang tidak menyerahkan log book tidak mendapatkan bahan bakar.

"Jadi, memang sulit untuk menghitung potensi ikan tangkapan, apakah kita belum sampai puncaknya atau justru kita sudah dalam tren menurun. Itu karena observasi dari pemerintah, melalui kementerian terkait, tidak berjalan secara terus menerus," ujarnya kepada Bisnis disela-sela acara pertemuan internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) pada Rabu lalu.

Observasi tersebut harus dilakukan untuk mengevaluasi apakah laporan yang disampaikan oleh kapal-kapal penangkap ikan selama ini memang berdasarkan data yang sebenarnya atau justru sebaliknya.

Dia menyebutkan ada sekitar 1.000 kapal long line yang berbendera Indonesia dan beroperasi di Samudra Hindia.

Menurut Purwito, pengusaha tidak patuh dalam menyampaikan bg book karena hal itu merupakan tambahan beban pekerjaan bagi mereka. Selain itu, mereka khawatir data tangkapan ikannya akan dikaitkan dengan pajak. "Mereka juga takut data mereka diketahui oleh pesaing."


http://www.dkp.go.id/archives/c/58/3087/1440-ha-pesisir-direhabilitasi-hingga-2014/

 

WANTIMPRES

Penjelasan Umum
Wisatawan Mancanegara
Tahun Jumlah
Pengunjung
Devisa
(Juta USD)
 2008  6.429.027  7.377,39
 2007  5.505.759  5.345,98
 2006  4.871.351  4.447,98
 2005  5.002.101  4.521,89
 2004  5.321.165  4.797,88
(Update : Des 2008)

Neraca Perdagangan

Tahun Ekspor Impor
 2009  59.722,0  50.065,3
 2008  137.020,4  129.197,3
 2007  114.100,9  74.473,4
 2006  100.798,6  61.065,5
 2005  85.660,0  57.700,9

Update : Jul 2009
(Nilai : Juta US$)

Realisasi Investasi

PMA Proyek Nilai
(US$.Juta)
2005 907 8.911,0
2006 869 5.991,7
2007 982 10.341,4
2008 1.138 14.871,4
2009 1.108 10.402,0
     
PMDN Proyek Nilai
(Rp.Milyar)
2005 215 30.724,2
2006 162 20.649,0
2007 159 34.878,7
2008 239 20.363,4
2009 223 33.627,2

Updated: 2009-11-30

Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008