|
Jepang salah satu negara mitra, yang telah lama bekerjasama dengan bangsa Indonesia sekaligus menanamkan investasi terbesar di negara ini. Tercatat lebih dari 1000 perusahaan Jepang menanamkan modalnya di Indonesia. Dari jumlah perusahaan tersebut bisa menyerap tak kurang 200.000 tenaga kerja asli Indonesia.
Tidak salah jika kini saat Indonesia tengah giat membangun dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya, negara investor seperti Jepang diundang bekerjasama aktif di dalamnya. “Kami ajak Jepang bekerjasama, terutama dalam pembangunan sektor konstruksi Indonesia”. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Departemen PU, Sumaryanto Widayatin saat membuka The 5th Indonesia-Japan Conference on Construction Kamis (29/10) di Jakarta. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden SBY dan Kabinet Indonesia Bersatu II untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur sejak 2009 hingga 2014, serta target pertumbuhan ekonomi minimal 6 % per tahun. Untuk memenuhi target tersebut, Pemerintah membuka peluang bagi sektor swasta seluas-luasnya serta mengembangkan pola kerjasama Public Private Partnership (PPP). “Tentunya peluang juga terbuka bagi investor dari luar negeri, seperti Jepang”, tambah Sumaryanto. Karena itu Pemerintah telah menyiapkan beberapa paket kebijakan seperti dikeluarkannya UU No.25 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, serta berbagai kemudahan seperti perlakuan yang sama pada investor, kemudahan perizinan dan imigrasi, serta fiscal. Sementara itu, Vice Minister of Land, Infrastructure, Transport and Tourism Japan, Mr. Makoto Taketoshi, pada kesempatan tersebut mengatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Indonesia. Menurut Taketoshi agar dapat segera pulih dari krisis ekonomi global, maka negara-negara di dunia harus saling bekerjasama, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur. Hal senada juga diungkapkan Mr. Maeda perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Dari data yang ada Indonesia telah mencapai GDP 4 % per tahun. Untuk meningkatkannya perlu penyempurnaan infrastruktur. Dalam hal ini Jepang siap membantu penanaman investasi di dalamnya. Selain itu Jepang juga turut prihatin dengan terjadinya bencana gempa bumi di Sumatra Barat yang menghancurkan banyak sarana infrastruktur serta korban jiwa. Jepang sendiri telah mengirimkan bantuan baik tenaga maupun dana untuk membantu, tutur Maeda.
Sumber: http://www.pu.go.id/index.asp?site_id=001&news=ppw291009tw.htm&ndate=10/29/2009%204:07:55%20PM
|