Home arrow Provinsi Papua arrow Perikanan arrow DKP Papua Ajak Nelayan Mengawetkan Ikan Dengan Cara Yang Baik, “Formalin Bukan Solusi”

DKP Papua Ajak Nelayan Mengawetkan Ikan Dengan Cara Yang Baik, “Formalin Bukan Solusi” PDF Print
21-10-2009

Dalam rangka meningkatkan mutu hasil tangkapan ikan di Provinsi Papua, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua melakukan kegiatan pelatihan penanganan dan pengolahan ikan bagi nelayan penangkap dan pengumpul ikan di Kota /kab Jayapura (Kamis 15/10)

Tidak hanya itu dalam kegiatan pelatihan tersebut juga di sosialisasikan cara pengawetan ikan yang baik dengan menggunakan sistim rantai dingin juga bahaya menggunakan Formalin.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Ir. Astiler Maharadja melalui Kepala Balai Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPPMHP Jayapura) Ir. Esther Laontongan mengatakan bahwa hal lain yang menyebabkan kurangnya pemanfaatan ikan adalah karena masyarakat belum mengetahui bagaimana cara mengolah ikan dengan baik, terutama bagaimana metode alternatif untuk memanfaatkan ikan yang ada (selain dijual langsung di pasar).

Lebih lanjut di akui, Sebagian besar hasil tangkapan ikan di kota/kab Jayapura masih diolah secara tradisional seperti menggunakan pengasapan, ikan asin, dan sebagainya. Oleh karena itu di harapkan nelayan dan penjual ikan agar tidak menggunakan bahan pengawet dengan cara yang salah seperti menggunakan bahan kimia seperti bahan pewarna, “Formalin”.

“Pengawetan ikan menggunakan cool boox dengan Es jauh lebih baik dibanding menggunakan pengawet yang menggunakan formalin” ujar Esther.

Oleh karena itu tak heran DKP Provinsi Papua tiap tahunnya memogramkan pengadaan cool boox bagi nelayan penagkap dan penjual ikan di Provinsi Papua.

Sementara itu Nara sumber dari Balai Standarisasi dan Akreditasi Mutu Perikanan DKP Davi Warsyah mengatakan Salah satu cara pemanfaatan atau pengolahan ikan yang populer saat ini adalah pembuatan surimi (daging ikan lumat beku) yang selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti mieikan, sosis ikan serta kue ikan.

Oleh karena itu, banyak cara mengawetkan dan mengolah ikan untuk menambah kualitas dan harga ikan tersebut baik diolah menjadi bahan makanan jadi dan ikan segar.

Disisi lain keluhan nelayan menguatirkan banyak ikan yang didatangkan dari luar Papua diawetkan dengan bahan-bahan yang terlarang seperti “formalin” oleh karena itu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua berkerja sama dengan BPOM akan melakukan pengawasan langsung dilapangan baik di supermarket dan penjualan ikan di Kota dan Kabupaten Jayapura.

 

http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/1746/dkp-papua-ajak-nelayan-mengawetkan-ikan-dengan-cara-yang-baik-formalin-bukan-solusi

 
Copyright Sekretariat Negara Republik Indonesia. All rights reserved 2008