|
Banjarmasin, Masih rendahnya mutu produk unggulan Kalsel di tingkat nasional melatarbelakangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel menggelar konvensi Gugus Kendali Mutu (GKM) Industri Kecil Menengah (IKM) yang diikuti sekitar 12 GKM se-Kalsel agar bisa bersaing dengan industri nasional.
H Roswan Barlian, Penanggungjawab GKM se-Indonesia kepada wartawan, Selasa (20/10) mengatakan, kegiatan konversi GKM IKM Kalsel ini sangat bagus dilaksanakan setiap tahun, bahkan ada Kabupaten yang sudah melaksanakan langsung dengan menganggarkan ke dalam APBD selain APBN karena ini untuk memajukan daerahnya masing-masing, seperti Tasikmalaya serta Bangka Bitung semua dana dianggarkan lewat APBD. Ditambahkan Barlian, untuk tahun ini setiap GKM IKM yang bagus dan sudah menerapkan di perusahaannya serta terjadi budaya kerja yang sangat bagus akan diusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk diberikan penghargaan dari Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono, walaupun sebelumnya penghargaannya hanya sebatas Menteri. Sudah sebanyak 6 perusahaan GKM IKM yang sudah diusulkanuntuk mendapat penghargaan Pemerintah Pusat dan diharapkan Pemerintah Daerah untuk lebih serius lagi membantu IKM Kabupaten dan Kotanya, karena program ini terus disosialisasikan pihaknya di seluruh Indonesia. Disinggung bidang usaha apa saja yang telah diusulkan, menurut Barlian bulan November 2009 sudah mulai diajukan yakni industri GKM IKM industri logam asal Jawa Timur, industri kerajinan dari Jawa Tengah serta produk pangan markisa dari Kota Makassar. Ditambahkan Wakil Kepala Disperindag Kalsel, Siswansyah konversi kendali mutu ini dimulai sejak 1992 yang lalu sebagai bentuk apresiasi serta pembinaan kepada pengusaha lokal agar bisa lebih baik ke depannya, hasil konversi yang diikuti sekitar 12 IKM Kabupaten dan Kota minus Pemkab Kotabaru, juara satu akan dikirim mewakili Kalsel ke Jakarta. Walaupun hasil akhir tujuan konversi ini tidak hanya mengejar target juara namun lebih kepada perbaikan produk yang akan dijual atau dilempar ke pasaran agar perusahaan dapat bisa lebih maju lagi, selain peningkatan daya saing serta produksi pengusaha itu sendiri. "Kita harapkan ke depannya dengan menggelar konversi gugus kendali mutu industri kecil menengah se-Kalsel kualitas produk yang ditampilkan akan semakin bagus setiap tahunnya," ujar Siswansyah. Disebutkan, bila produk industri kecil menengah ini baik maka bila mulai dilempar ke pasar hasil yang akan dicapai memiliki jaminan bisa diterima konsumen dan cenderung bisa akan lebih bersaing di tingkat nasional. "Selama ini memang ada salah persepsi yakni suatu produk kurang maksimal dipasarkan oleh Disperindag Kalsel, sebenarnya Disperindag hanya memfasilitasi, membantu serta mendorong mereka memasarkan bukan tugas Disperindag untuk ikut memasarkannya," tegas Hasan T selaku Penanggungjawab GKM IKM Kalsel. Terkendala SDM Sementara Eva, selaku pemilik Sasirangan Kayuh Baimbai di Jalan Pahlawan Banjarmasin salah satu peserta Konversi GKM IKM kepada wartawan mengatakan, kegiatan yang digelar Disperindag Kalsel jelas sangat bermanfaat bagi pengusaha lokal karena dapat memacu kinerja, produk untuk bisa berdaya saing dengan produk luar serta untuk mengangkat standart motif sasirangan. Disinggung kendala sasirangan kayuh baimbai selama ini dalam memasarkan produknya, menurut Eva sebenarnya kain sasirangan ini sudah menasional bahkan tingkat Asia karena cukup banyaknya pesanan order ekspor. "Amun, kendala utamanya adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM) misalnya Negara Jepang dalam memilih sasirangan lebih kepada desain serta jahitan yang harus benar-benar rapi, sehingga permintaan ekspor hingga kini belum bisa dikabulkan," ujar ibu 3 anak ini. http://www.kalselprov.go.id/berita/apresiasi-disperindag-kalsel-untuk-ikm |