|
SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA Jl. Veteran No 18 Jakarta 10110 021 3458595
DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Jl. Medan Merdeka Barat Jakarta 10110 |
|
Home Galeri Kegiatan Presiden
|
| |
|
|
|
Galeri Kegiatan Presiden
Presiden SBY bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan HUT ke 64 TNI di Mabes TNI Cilangkap, hari Senin (5/10) pagi. Upacara berlangsung sederhana, namun tidak mengurangi makna dan kekhidmatannya. Dalam amanatnya, Presiden mengintruksikan agar TNI melanjutkan dan menuntaskan seluruh agenda reformasi, termasuk pengakhiran bisnis TNI yang menjadi amanah undang-undang. "Hal ini dilakukan agar TNI berkonsentrasi pada tugas pokoknya, sehingga setiap tugas yang diembannya dapat dilaksanakan secara berhasil," kata Presiden SBY. Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir pada masa perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang hendak menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Sukarno mengesahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). |
|
Presiden SBY dan Ibu Ani, hari Jumat (2/10) pagi mengunjungi rumah sakit DR.M.Djamil di Kota Padang, Sumbar. Rumah sakit terbesar di Sumbar ini hancur akibat gempa bumi hari Rabu (30/9) lalu, tetapi pelayanan terhadap pasien maupun para korban gempa tetap diberikan, dengan mendirikan tenda-tenda di halaman depan. Ada sekitar 15 tenda darurat didirikan, terdiri dari tenda untuk operasi dan tenda penanganan pasien korban gempa. Presiden SBY tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat meninjau pasien yang terbaring dengan luka-luka beragam, yang umumnya akibat tertimpa bangunan yang runtuh. SBY menyapa setiap pasien dan memberi semangat agar tetap tegar menghadapi musibah ini." Sabar ya Bu, kita akan tangani ini sebaik mungkin. Kami berdoa agar lekas sembuh," ujar SBY. |
|
Tidak ada kata istirahat karena lelah. Begitu mendarat di Bandara Halim PK hari Kamis (1/10) siang, Presiden SBY didampingi Ibu Negara langsung terbang ke Padang. Musibah gempa bumi yang mengguncang Kota Padang dan beberapa kota di Sumatera Barat lebih besar mendapat perhatian SBY dari pada sekadar beristirahat setelah melakukan penerbangan lebih dari 24 langsung dari AS. Usai memimpin rakor terbatas di Halim PK, pesawat Airbus milik Garuda yang membawa rombongan Presiden dari AS, langsung take off ke Padang. Setibanya di Padang, Presiden segera menerima laporan dan memberi arahan, kemudian melakukan peninjauan dengan berkeliling kota melihat dampak gempa. Dalam arahannya di Pendopo Sumbar, Presiden meminta agar para petugas tidak pernah berhenti melakukan operasi SAR untuk mencari korban gempa yang tertimbun di bawah bangunan yang ambruk. Selain itu Presiden berharap supaya pasokan BBM aman dan lancar sehingga tidak muncul ekses yang tidak diinginkan. Demikian pula jaringan listrik segera pulih dan meminta Dirut PLN turun langsung ke lapangan. |
|
Presiden SBY hari Selasa (29/9) malam waktu setempat atau Rabu (30/9) malam WIB, menyampaikan pidato di John F. Kennedy School of Government, Harvard University. Dalam pidatonya yang berjudul "Menuju Harmoni dalam Peradaban", SBY memaparkan 9 hal penting yang harus ada untuk mencapai harmoni dalam peradaban. “Pertama, abad 21 harus menjadi abad soft power Pengalaman mengajarkan saya bahwa soft power merupakan senjata efektif dalam mengatasi konflik. Tanyakan pada rakyat Aceh di Indonesia”, ujar Presiden. Presiden menjelaskan faktor lainnya yaitu mengintensifkan proses dialog dan menjangkau apa yang tengah berkembang di masyarakat, pentingnya mencari solusi untuk memusnahkan konflik sosial yang telah membawa kebencian terutama antara Barat dan Islam, memperkuat kemoderatan dalam masyarakat, multikulturalisme dan toleransi, menjadikan globalisasi berguna bagi semua, mereformasi pemerintahan global, pendidikan, dan adanya nurani dunia. Pada point terakhir, Presiden mencontohkan bagaimana saat terjadi tsunami di Aceh dan Nias tahun 2004 yang menelan ratusan ribu jiwa dalam hitungan menit. “Dunia bersatu dan memberikan uluran tangan tanpa melihat perbedaan yang ada,” jelasnya. |
|
Gerimis kecil turun di Pittsburgh, Amerika Serikat, ketika Presiden SBY dan Ibu Ani tiba di Phipps Conservatory and Botanical Garden untuk menghadiri resepsi pembukaan KTT G-20, Kamis (24/9) malam waktu setempat atau Jumat (25/9) pagi di Indonesia. Di pintu masuk, Presiden SBY dan Ibu Ani disambut Presiden AS Barack Obama dan First Lady Michelle Obama. "Halo, apa kabar. Masih jet lag?" tanya Obama kepada SBY dalam bahasa Indonesia. KTT G-20 Pittsburgh ini merupakan pertemuan ketiga yang diadakan khusus untuk membahas langkah bersama mengatasi krisis keuangan global. KTT pertama diadakan di Washington DC, ibukota Amerika Serikat, November 2008. Sedangkan KTT kedua diadakan di London, ibukota Inggris, pada April 2009. Pittsburgh dipilih menjadi tempat penyelanggara karena gencar memanfaatkan teknologi ramah lingkungan demi kemajuan ekonominya. Pittsburgh menjadi contoh bagi kota-kota lain di AS. |
|
Hari Raya Idul Fitri, bagi umat Islam adalah hari kemenangan. Hari bersilaturahmi, hari bermaaf-maafan. Presiden SBY dan Ibu Negara, hari Senin (21/9) siang di kediaman Puri Cikeas, disamping menggelar open house untuk masyarakat, juga melakukan sungkem kepada orang tua, yaitu ibunda SBY, HJ. Habibah dan ibunda Ibu Ani, Hj. Sunarti Sarwo Edhie. |
|
| << < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>
| |
| |
|
|
|
|