Home Regional Development

MUSRENBANG PROVINSI JAWA TENGAH 2012

Thursday, 05 April 2012
Print PDF
There are no translations available.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo menyatakan bahwa kinerja program dan kegiatan pembangunan di tahun 2013, harus ada kesinambungan serta peningkatan yang mengarah pada pemenuhan target serta sasaran yang ditetapkan dalam setiap program maupun kegiatan.

“Ini berarti materi-materi yang kita Musrenbang-kan diakomodir dalam RKPD, kemudian ditindaklanjuti dalam RAPBD, Program Kerja dan Kegiatan Tahun 2013, harus disesuaikan dengan Visi dan Misi gerakan “Bali nDeso mBangun Deso”, tandas Gubernur Bibit Waluyo ketikamenghadiri pembukaan Musrenbang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jl. Pahlawan Semarang, Rabu (4/4).

 

Lebih lanjut Gubernur menandaskan bahwa Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2008 – 2013 untuk “Perwujudan Masyarakat Jawa Tengah Yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Berkemampuan, dan Berdaya Saing Tinggi”, dan perwujudan tersebut menjadi thema Musrenbang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012.

 

Sedangkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2013 sendiri mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014 dengan memperhatikan : (1) hasil evaluasi paruh waktu RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2008 – 2013 ; (2) hasil evaluasi RKPD 2011 ; (3) Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDG’s) tahun 2011 – 2015 ; (4) Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi ; (5) implementasi Standar Pelayanan Minimal ; sinergitas dan sinkronisasi kebijakan pemerintah melalui 4 pilar pembangunan yakni, pro poor, pro job, pro growth dan pro environtment ; (7) pelaksanaan master plan  Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dengan meningkatkan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011.

 

Di samping itu, penyusunan RKPD Provinsi Jawa Tengah 2013 berpedoman pada tiga peraturan perundangan, yaitu UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ; PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008.

 

Jadi, perencanaannya harus matang, meng-coverseluruh sektor utama maupun sektor pendukung yang memiliki peran untuk menunjang kemajuan, serta komitmen, sikap konsisten dan taat azas dari para pelaksana program dan kegiatan dalam implementasi di masing-masing sektor pembangunan.

 

“Saya minta kepada Bupati/Walikota agar mampu mensinergikan konsep perencanaan pembangunan denganPusatdanProvinsiutamanya pada setiap sektor pembangunan, dalam mencapai target serta sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Oleh sebabitu, dalam menetapkan target dan sasaran yang ingin kita capai, harus terukur dan terstruktur secara jelas, serta sudah antisipatif terhadap hambatan yang akan dihadapi.

 

Musrenbang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 diselenggarakan selama 2 hari, Rabu hingga Kamis, 4 - 5 April 2012, dengan agenda Pembukaan dan Sidang Pleno di Gedung Gradhika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah Jl. Pahlawan No. 9 Semarang, selanjutnya Sidang Kelompok di Gedung Bappeda Provinsi Jawa Tengah Jl. Pemuda 127 – 133 Semarang.

 

Dalam Musrenbang tersebut menghadirkan Narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, dengan topik ”Kebijakan Penyelenggaraan Otonomi Daerah dan Peningkatan Kapasitas Aparatur dalam Mendukung Reformasi Birokrasi”; Kepala Bappenas, dengan topik ”Peningkatan Sinergitas Pembangunan Pusat dan Daerah untuk Mewujudkan Masyarakat yang Semakin Sejahtera dan Berdaya Saing Melalui Penguatan Perekonomian Daerah”; Kementerian Kesehatan, dengan topik ”Strategi Peningkatan Pelayanan Dasar Kesehatan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Target MDG’s” dan KementerianPariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan topik “Sinergitas Pembangunan Pariwisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Mendukung Penguatan Ekonomi Daerah”.

 

Kehadirannarasumber tersebut diharapkan untuk memberikan motivasi dan ide kreatif dalam memperkuat tindaklanjutpembangunan tahun 2013 pada Tahap III gerakan “Bali nDeso mBangun Deso” mencapai Visi “Tewujudnya Masyarakat Jawa Tengah yang Semakin Sejahtera, Mandiri, Berkemampuan dan Berdayasaing Tinggi”.

 

Peserta dan undangan yang hadir yakni Sekjen Kemendagri, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional RI /Kepala BappenasRI, Dirjen Pembinaan Gizi Kemenkes, perwakilan Kemenparekraf ;Para Anggota DPR-RI dan DPD RI asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah ;Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Tengah ; para Bupatidan Walikota ;Ketua DPRD Kabupaten/Kota se Jawa Tengah ;Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah ;Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Jawa Tengah ;Para Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengahdan -Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, LSM dan stakeholders serta tokoh masyarakat Jawa Tengah.

 

 

 

Sumber : http://www.jatengprov.go.id/?document_srl=26888#0