There are no translations available.
Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Pemprov DKI Jakarta karena menyelesaikan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) mencapai 5.600.660 jiwa atau 100 persen dari jumlah penduduk wajib e-KTP yang berdomisili secara riil di DKI Jakarta. Provinsi DKI merupakan salah satu dari tiga provinsi yang menyelesaikan pelaksanaan e-KTP secara massal.
“Saya memberikan penghargaan kepada Pemprov DKI, karena perekaman data e-KTP secara massal di DKI tercapai 100 persen. Penghargaan ini saya berikan karena DKI Jakarta menjadi barometer dan ukuran bagi provinsi, kabupaten dan kotamadya lainnya,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam Pemberian Penghargaan Mendagri kepada Gubernur DKI Jakarta dan Ketua DPRD DKI Jakarta di Balaikota DKI, Jakarta, hari ini.
Diungkapkannya, Provinsi DKI Jakarta termasuk salah satu 5 provinsi yang melaksanakan pelayanan e-KTP secara massal 2011. Kelima Provinsi itu adalah DI Yogyakarta, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Selatan, DKI Jakarta dan Kepulauan Bangka Belitung. Dari lima provinsi tersebut, hanya tiga provinsi yang menyelesaikan perekaman data e-KTP, dan dari tiga tersebut yang paling besar jumlah penduduknya adalah DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Gamawan pun sempat menanyakan kunci sukses keberhasilan ini kepada gubernur Fauzi Bowo.
"Apa kunci gubernur bisa sukses. Karena saya dan gubernur banyak kesamaan, nama sama, yang kedua dari segi kumis, karir kami sama-sama PNS. Karena itu komitmen DKI saya anggap luar biasa dan patut diberikan penghargaan," ucapnya disambut tawa tamu undangan yang hadir saat itu.
Sebenarnya, Pemprov DKI menargetkan 7.472.259 wajib e-KTP dan Kemendagri menargetkan sebanyak 6.372.951 wajib e-KTP. Namun seiring perjalanan hingga 26 April 2011, ternyata perekaman data e-KTP berhenti di jumlah 5.600.660 yang merupakan total jumlah penduduk riil berdomisili di Jakarta.
“DKI saja yang 5,6 juta bisa tercapai. Padahal menerapkan e-KTP di DKI tidak mudah. Lihat saja, banyak warga yang pergi pagi dan pulang malam, tidak sempat datang ke kantor kelurahan. Tetapi dengan kondisi seperti itu, ternyata bisa terselesaikan 100 persen. Bahkan, Sabtu dan Minggu pun kelurahan tetap buka untuk memberikan pelayanan e-KTP," tegasnya.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengaku bangga dan berterima kasih kepada penghargaan yang diberikan Mendagri. Dia menuturkan Pemprov DKI menyampaikan terima kasih kepada Mendagri, karena memperoleh kesempatan pertama dalam penerapan KTP Elektronik atau e-KTP berbasis NIK Nasional.
Sumber:http://www.depdagri.go.id/news/2012/05/01/e-ktp-dki-selesai-100-persen-mendagri-beri-penghargaan