There are no translations available.
Indonesia dan Arab Saudi akan meningkatkan dan memperluas kerja sama bilateral kedua negara. Tekad kedua negara itu diungkapkan saat Sidang Komisi Bersama ke-9 antara Indonesia dan Arab Saudi yang berlangsung di Bali (26-27/4). SKB itu menghasilkan Agreed Minutes yang ditandatangani Ketua delegasi Indonesia, Dirjen Asia Pasifik Kemlu, Besar Yuri O. Thamrin dan Deputi Menteri Urusan Tenaga Kerja Arab Saudi, Ahmad bin Saleh Al Humaidan.
Dalam pertemuan yang berlangsung intens selama dua hari tersebut, kedua pihak membahas berbagai peningkatan kerja sama bilateral melalui dua Komisi Kerja, yaitu Komisi Kerja 1 untuk isu-isu bidang ekonomi dan Komisi Kerja 2 untuk isu-isu spesifik lainnya.
Komisi Kerja 1 di bidang ekonomi, dibahas berbagai hal seperti upaya peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, industri dan ekonomi, khususnya di bidang usaha kecil dan menengah, investasi, bea cukai dan serta kerja sama finansial.
Potensi kerjasama di berbagai sektor lainnya juga dibahas diantaranya pertambangan, energi dan kelistrikan, kelautan dan perikanan, pertanian, kerja sama standardisasi, pariwisata; kerja sama bidang pos, informasi, serta komunikasi dan telekomunikasi. Komisi ini juga membahas kerja sama masalah air yang meliputi manajemen air, pengawasan polusi air, teknologi pemurnian air dan pendaurulangannya.
Sementara itu Komisi Kerja 2 untuk isu-isu spesifik lainnya membahas kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan, keislaman, kesehatan; pengawasan makanan dan obat-obatan. Komisi ini juga membahas kerja sama bidang keimigrasian dan kekonsuleran, lingkungan dan meteorologi; masalah ketenagakerjaan sektor formal dan kepemudaan serta olah raga.
“Secara umum, hasil SKB ke-9 tersebut mencerminkan keinginan kedua negara untuk lebih meningkatkan dan memperluas kerja sama bilateral kedua negara,” demikian rilis KBRI Riyadh.
Dicontohkan, di bidang perdagangan, kedua negara menegaskan perlunya promosi perdagangan, pameran bersama dan misi perdagangan. Oleh karena itu, kedua negara sepakat untuk mengaktifkan kembali Indonesian-Saudi Business Council dan menyepakati adanya persetujuan pembentukan Joint Business Council antara kedua negara.
Dijelaskan pula bahwa kedua negara juga sepakat untuk mendorong peningkatan kerja sama di bidang energi, pertambangan dan energi terbarukan. “Dalam kaitan ini, Indonesia mengundang Arab Saudi untuk membangun pembangkit listrik serta infrastrukturnya di Indonesia,” tuturnya.
Terkait dengan bidang pos (postal), Arab Saudi menginginkan peningkatan kerja sama di bidang ini, khususnya pelayanan pada masa-masa musim haji.
Indonesia sendiri mengajukan gagasan adanya dialog berkenaan dengan urusan pos dan mengusulkan penerbitan perangko bersama di tahun 2013 yang menandai hubungan yang telah lama terjalin erat di antara kedua negara.
Di bidang pendidikan dan pelatihan, Indonesia menyampaikan penghargaan atas beasiswa yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Arab Saudi. Sementara itu, Indonesia menawarkan adanya pertukaran kunjungan antar universitas kedua negara dan mengajukan pendirian Pusat Studi Indonesia pada universitas di Arab Saudi.
Selain itu, untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, Indonesia mengusulkan adanya kesepakatan saling pengakuan sertifikat pendidikan tinggi yang dikeluarkan oleh universitas di kedua negara.
Di samping itu, kedua belah pihak sepakat untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang Kerjasama Keagamaan antara Indonesia dan Arab Saudi yang akan dilaksanakan oleh kementerian terkait kedua negara dalam waktu dekat.
Sidang Komisi Bersama ke-10 akan dilaksanakan di Arab Saudi pada tahun 2014. (sumber: KBRI Riyadh/ed. Yo2k)
http://www.kemlu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=5583&l=id